Polling

Bagaimanakah kinerja instansi pemerintah daerah di Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Berita Terbaru / Detail

Dalam rangka kegiatan program Penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) Tahun 2020, Kepala Dispermades P3A Kab. Kebumen (Drs. Frans Haidar, MPA) selaku Anggota Pokja AMPL / DPMU Pamsimas Kab. Kebumen didampingi Camat Sempor (Drs. Budiono, M.Si.), anggota pokja dari unsur DPUPR, Bappeda, Dinas Kesehatan dan DC Pamsimas beserta Fasilitator Senior dan Tim Fasilitator Masyarakat (TFM), menghadiri uji fungsi dan pelatihan Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP SPAMS) Desa Bejiruyung Kecamatan Sempor yang dilaksanakan pada hari Kamis, 24 September 2020 bertempat di Balai Desa Bejiruyung dan lokasi kegiatan yaitu sumber mata air, bak penampung, rumah pompa, bak penyaringan, sambungan rumah (SR), tempat cuci tangan pakai sabun (CTPS) di SD N Bejiruyung dan fasilitas lainnya.
Maksud dan tujuan dilakukan uji fungsi adalah untuk memastikan sarana yang sudah terbangun sudah memenuhi standar yang dipersyaratkan dan dapat berfungsi dengan baik. Sedangkan pelatihan dimaksudkan untuk memberikan bekal kepada Pemerintah Desa, Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM), Satuan Pelaksana (Satlak) dan KP SPAMS agar dapat memanfaatkan dan menjaga keberfungsian serta keberlanjutan Pamsimas dalam rangka pemenuhan kebutuhan air bersih kepada masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan terutama dimusim kemarau.
Dalam arahannya, Kepala Dispermades P3A meminta agar Pamsimas di Desa Bejiruyung dapat dimanfaatkan dengan baik dan dikelola secara profesional oleh KP SPAM agar bisa memberikan layanan khususnya air bersih dan sanitasi kepada masyarakat dengan baik dengan tetap menjaga dan mengupayakan kelestatian sumber mata air yang salah satu kegiatannya adalah dengan melakukan Perlindungan Daerah Tangkapan Air (PDTA) berupa penanaman pohon keras disekitar fasilitas terbangun.
Program Pamsimas Desa Bejiruyung menghabiskan biaya sebesar Rp.350 juta yang bersumber dari BLM APBN Rp.245 juta, Inkind (swadaya tenaga) Rp.56 juta, Incash (swadaya uang) Rp.14 juta dan APBDesa Rp.35 juta.