Arsip Berita Terbaru

Polling

Bagaimanakah kinerja instansi pemerintah daerah di Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Berita Terbaru / Detail

SELAMATKAN PEREMPUAN DAN ANAK DARI TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG

Berita Terbaru 01 November 2017 15:45:01 WIB Marlina Indrianingrum, SKM, M.Kes dibaca 67 kali



Trafficking
(perdagangan Orang)

Adalah segala
tindakan yang mengandung salah satu atau lebih tindakan perekrutan,
pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau penerimaan seseorang
dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan,
pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan
hutang atau member bayaran atau manfaat, walaupun memperoleh persetujuan dari
orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan
didalan Negara maupun antar Negara, dengan tujuan eksploitasi atau
mengakibatkan orang tereksploitasi. (UU No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan
Tindak Pidana Perdagangan Orang)

Bentuk-bentuk Trafficking

  1. untuk dijadikan pelacur
  2. untuk dipekerjakan di jermal (penangkapan ikan di tengah laut)
  3. Sebagai Pengemis yang diorganisir
  4. Sebagai Pembantu Rumah Tangga dengan jam kerja panjang
  5. Adopsi
  6. Pernikahan dengan laki-laki asing dengan tujuan eksploitasi
  7. Pornografi
  8. Pengedar Obar Terlarang
  9. Menjadi Korban Phaedofilia

Siapa yang menjadi pelaku Trafficking

  1. Keluarga : Ortu, Kakak, Adik, Suami/Istri
  2. Tetangga Sahabat Pacar
  3. Calo tenaga kerja
  4. sindikat terorganisir di dalam maupun di luar negeri
  5. Aparat Negara di tingkat lokal maupun nasional
  6. Petugas di Kantor Bea Cukai dan Imigrasi
  7. Agency penyalur tenaga kerja di dalam maupun luar negeri
  8. kalangan swasta

Matode/Cara yang digunakan

  1. Iming-iming gaji besar
  2. pemalsuan dan memanipulasi dokumen serta identitas
  3. menahan dan menyembunyikan identitas
  4. Pemaksaan bekerja di kota yang tidak diinginkan
  5. Pemindahan kota, tempat atau agency tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
  6. Larangan berkomunikasi dengan keluarga selama di asrama
  7. Pemungutan Biaya administrasi yang besar
  8. Tidak ada kontran kerja yang jelas
  9. Penempatan kerja yang berubah-ubah
  10. Penundaan mulai kerja dengan alasan tidak jelas

Faktor yang membuat seseorang rentan terhadap Trafficking

  1. Kemiskinan
  2. Pendidikan rendah
  3. Pengangguran
  4. Migrasi keluar desa dan keluar negeri
  5. Ketahanan Keluarga yang rapuh
  6. Faktor ketidaksetaraan laki-laki dan perempuan (gender) serta budaya patriarkhi
  7. Ingin jadi kaya dan konsumerisme
  8. Penegakan hukum terhadap pelaku masih belum tegas dan konsisten
  9. Kesadaran masyarakat dan pemerintah tentang trafficking belum memadai
  10. Dorongan penyiaran dan tulisan porno di media massa

Akibat Trafficking

  1. Korban rentan terhadap kecelakaan, penyakit, dicap buruk oleh masyarakat, trauma bahkan kematian
  2. Penegak hukum dapat memperparah trauma jika mereka tidak peka terhadap kebutuhan korban
  3. Masyarakat turut merugi karena kehilangan produktifitas dan terjadi peningkatan kriminalitas

Upaya Pencegahan dan Penanganan Trafficking

Pencegahan trafficking menjadi tugas yang wajib dilakukan oleh Pemerintah, masyarakat dan keluarga, penegak hukum, LSM, Organisasi profesi yang tergabung dalam Gugus Tugas sesuai dengan UU No 21 Tahun 2007 Pasal 58

Kewajiban Pemerintah

Pemerintah dapat membuat program pencegahan, misalnya:

  1. Mengelola sumber daya alam yang ada
  2. Memberikan pelatihan keterampilan
  3. Memberikan alternative mata pecaharian
  4. Memberikan info mengenai dampak migrasi (melalui seni/media)
  5. Mensosialisasikan trafficking kepada masyarakat
  6. Memberikan sanksi tegas terhadap orang yang merencanakan trafficking

Kewajiban Masyarakat

Masyarakat dapat membantu dengan memberikan informasi atau ikut dalam menangani korban, misalnya:

  1. Melaporkan kepada aparat bila telah terjadi trafficking
  2. Menjaga keharmonisan dalam keluarga
  3. Tidak mudah percaya dengan orang lain
  4. Mencari info selengkapnya ke Dinas Tenaga Kerja setempat jika ingin mencari pekerjaan
  5. Tidak memberikan dokuman kepada sembarang orang
  6. Menjaga Dokumen dimanapun kita berada